Translate

Cerita Sex - Istriku Pelacur Kelas Tinggi Part - 1


Cerita Sex - Istriku Pelacur Kelas Tinggi Part - 1 Hampir tiap sabtu atau hari-hari lain, saat ada kesempatan, Pak Soman minta istriku melayani hasrat sex nya yang selalu menggebu… dan tak perlu ditanya berapa kali istriku orgasme.
Bahkan saat aku bertugas ke luar kota sampai hari Sabtu malam, kudapati esok harinya istriku tak bangun dari tempat tidurnya… seluruh sprei dan tubuhnya penuh dengan air mani laki-laki yang mengering….
Istriku begitu takut padaku, walaupun dengan rayuan hebatnya aku tak berkutik, karena tak berdasar… hanya akhirnya istriku minta pindah rumah… aku tak tahu kenapa…

Karena pandainya istriku merayuku akhirnya aku setuju menjual rumah itu dan kami mendapat rumah di pinggiran kota… sedikit masuk ke jalan kecil sekitar 200 meter dari jalan raya, kebetulan rumahku di pinggir dan jika naik ke tempat jemuran aku bisa melihat jalan raya dan jalan masuk yang kurang terang saat malam hari.

Setelah 2 bulan berselang, istriku semakin hot saja, bahkan pernah suatu hari istriku tak pulang, katanya ada pertemuan negosiasi dengan rekan kerja. Aku tak pernah tahu pertemuan apa dan negosiasi apa….. Hanya aku dengar dari cerita teman dari salah satu warga tempatku dulu, kalau istriku hampir digiring oleh warga saat aku dinas keluar kota, seandainya Pak Soman berada di rumahku saat itu.
Warga hanya menemukan istriku yang tubuhnya hanya dibalut kain panjang saat membuka pintu, dan warga hanya binggung setelah tak menemukan sedikit petunjuk kalau Pak Soman berada di rumahku.
Mungkin dengan kesaktiannya, Pak Soman berhasil menghilang dan kabur…
Hanya pemuda-pemuda di situ selalu melotot saat istriku lewat…Mungkin juga mereka melihat paha padat istriku yang tersingkap atau belahan payudara montok istriku saat mereka “menyerbu” rumahku…

Kembali, saat istriku tak pulang malam itu, hanya sebuah mobil yang mengantarkan istriku yang langsung masuk, karena aku tak mengunci pintu depan….

Aku mendapati istriku tidur di kamar sebelah yang masih memakai blouse ketat yang masih dirangkap oleh blazer, sementara itu masih memakai rok klok elastis ketat di pinggul .
Aku mendekat dan aroma air mani lelaki begitu menyengat, bahkan aku melihat jelas air mani lelaki yang masih belum mengering mengalir dari liang vagina yang masih ternganga berwarna pink….

Gilanya aku masturbasi saat kulihat jelas selangkangan istriku tak berambut lagi dan kulihat banyak bekas pagutan-pagutan di paha padat istriku …..
Entah melakukan apa atau diperlakukan bagaimana istriku malam harinya…..
Aku tak tahu…. hanya kuingat bahwa istriku pernah memberiku kopi yang rasanya aneh saat setelah aku baru pulang dari dinas saat masih di rumah lama….setelah itu, entah kenapa nyaliku yang tersisa, setelah kejadian di “Perjalanan Malam”, entah pergi kemana dan aku takut kehilangan istriku tapi aku benar-benar tak berani menegur istriku ….
Rasa kopi itu, kembali kurasakan pagi itu, rasa kopi “penakluk suami”, begitu pikirku….

Malam harinya, istriku mengajakku untuk menghadiri pesta.
“Mas ikut yaa… Ini keberhasilan yang kudapat tadi malam…”katanya enteng
Sedangkan lidahku tercekat tak dapat menjawab atau mengiyakan bukannya menolak permintaan istriku.

Malam itu, istriku berdandan tidak kepalang tanggung, memakai rok panjang terusan dari bahan seperti coldoray, lehernya tertutup rapat, tapi di bagian dadanya berresleting sampai ke perut…. dan rok bagian bawahnya ketat sehingga pantat bahenol begitu merangsangku, apalagi lelaki lain, gilanya rok panjang itu mempunyai belahan panjang di bagian depan dan sekitar beberapa centimenter potongan belahan itu bertumpuk hingga mendekati selangkangan istriku.

Mobil penjemput datang, pengemudinya tak turun. Karena aku pikir istriku duduk di sebelahku, maka aku duduk di sebelah kanan di jok belakang.

Aku kaget begitu istriku membuka pintu kiri depan dan kemudian istriku duduk di depan, disebelah lelaki tua yang keren, yang memperkenalkan dirinya Pak Karto, boss istriku.

Aku terkesiap saat istriku masuk ke mobil mewah itu, betapa tidak, aku yang duduk di jok belakang saja dapat melihat kedua paha padat istriku tersingkap, apalagi Pak Karto yang di bangku kemudi.

“sudah, Jeng Yuni ?”tanya Pak Karto
“Sudah, bapak…”kata istriku ramah

Mobil mewah dengan persnelling otomatis dan berkaca film gelap itu meluncur .. belum lagi melewati jalan masuk perumahanku….
“Heeeeh …..”kudengar dengus nafas berat istriku

Aku tertegun dan aku berusaha melihat kaca spion dalam mobil itu…tapi hanya gelap dan aku bersandar sehingga aku bisa melihat celah antara dua bangku depan yang sempit itu…

Aku terkesiap dan lidahku kelu, saat kulihat tangan kiri lelaki tua berjas itu menjulur ke bangku tempat istriku duduk….
Akupun langsung melihat ke wajah istriku ….kulihat wajah istriku menegang…..
Bahunya bergerak gerak….. kini istriku menggigit bibir bawahnya….
Istriku terdiam saat Pak Karto membelokkan mobilnya ke jalan raya yang sepi malam itu…

Pak Karto seperti tak menghiraukan aku, suami istriku, kembali menjulurkan tangan kirinya
“Heh… heh..”desis halus disertai nafas istriku terdengar kembali
Kini kepala istriku bersandar di head kursi mulut istriku ternganga, nafasnya memburu….dan kulihat kedua kaki istriku mengejang menekan lantai mobil mewah itu..
Bahu kiri Pak Karto tampak bergerak naik turun dengan cepatnya dan aku mendengar suara “cek cek cek” diantara dengus nafas istriku dan desisan istriku ….
Nafas istriku memburu….. aku hanya ternganga saja melihat bagaimana Pak Karto dengan kasarnya mengobok-obok liang vagina istriku yang duduk di sebelahnya…..

“eeeehhhhhhhh…….”kudengar nafas berat istriku
“ngngngngngng…..”istriku mengejan tertahan.
“Lihat ….Istrimu kenapa, mas?tanya Pak Karto
“Ya pak…”kataku menarik ke depan wajahku dan kulihat kedua kaki istriku terkatup rapat, selangkangan nya ditutupi tas pesta kecilnya dan pantat bahenol tersentak-sentak saat orgasme hanya karena tangan lelaki tua itu yang ahli itu mengobok-obok liang vagina istriku.

“Mas istrimu kok kelihatannya sakit….mas yang pegang kemudi, yaa…”nada minta tolong yang memerintah dari Pak Karto meminggirkan mobil mewahnya ke bahu jalan.

Pak Karto kemudian turun dari mobil dan aku menuruti permintaannya, aku turun dan pegang kemudi… Pak Karto berjalan memutari mobil mewahnya bagian depan dan membuka pintu tempat istriku duduk….
Aku hanya ternganga bloon, saat istriku dipapah keluar dan masuk ke jok belakang dan Pak Karto memutar ke belakang dan duduk di samping kanan.

Kulihat dari kaca spion panjang mobil mewah itu, Pak Karto duduk di sebelah kanan istriku yang tampak lemas setelah Pak Karto berhasil membuat istriku orgasme dengan cara mengobok-obok sambil mengkorek-korek dan mengocok liang vagina istriku dengan jari-jari tangan lelaki tua yang besar-besar itu.

Begitu mobil mewah itu berjalan, kembali kudengar desahan nafas istriku dan kulihat sepintas dari kaca spion, Pak Karto sudah memeluk tubuh istriku yang menyandarkan kepalanya di bahu kiri lelaki tua itu dan tanpa sengaja aku melihat spion kecil di antara tape mobil dan terlihat jelas dari celah itu…
Jari-jari tangan lelaki tua yang besar-besar itu tengah mengobok-obok liang vagina istriku kembali…
“Paaaaachhhzzzzzuuaaamiikuuu mmmmmppphhh….”kudengar desisan lirih istriku yang langsung bibir merah istriku dilahap oleh bibir tebal hitam Pak Karto sementara itu tangan kiri Pak Karto sudah berhasil membuka resleting gaun istriku sehingga kedua payudara montok istriku terkual yang langsung di remas remas oleh jari-jari tangan lelaki tua yang besar-besar itu …

“Itilmu sudah mengeras lagi Jeng Yuni ……”kudengar Pak Karto berkata seolah aku hanya seorang supir bloon.
Suara “Cek cek cek” kudengar kembali semakin cepat…. dan kudengar istriku menggeram dan gigi istriku menggeletuk merasakan betapa nikmatnya merasakan jari-jari tangan lelaki tua yang besar-besar itu mengocok liang vagina istriku …
Dari spion panjang mobil mewah Pak Karto kulihat kepala istriku menengadah dan erangan istriku terdengar saat, ku yakin, jari-jari tangan lelaki tua yang besar-besar itu telah mengkorek-korek dan mengobok-obok liang vagina dengan kasarnya….

“Aaaamphhhuuuun paaaaaccchhh …….”kudengar istriku merintih nikmat…
“Aaaaakuuuuu …. ngngngngngngngngng ………”istriku mengejan tertahan saat orgasme ke dua nya keluar kurang dari setengah jam di dalam mobil mewah itu….

Saat kulihat kembali ke kaca spion panjang itu, kulihat kedua nya tak tampak….

“uuuuuuggggggggggkkkkkkkkk ……..”kudengar suara seolah seorang yang dipukul punggungnya…. dari mulut istriku ….

“Peeelaaaan paaaaaacccchhhhhzzzzzzz……….Beeezzzaaaaaaaaaa r …..”kudengar istriku melenguh….
Rupanya Pak Karto sudah tak tahan lagi menahan nafsunya dan sudah memasukkan batang kemaluan nya ke liang vagina istriku ……
“Enak Jeng Yuni …?”kudengar Pak Karto bertanya kepada istriku yang terus menggeram… Rupanya batang kemaluan Pak Karto begitu besar untuk liang vagina istriku ….
“Uuuuuggghhhh pelaaaaaaan paaaaaaaagggggghhhhh …. bbbeeezzzaaar …..”berkali kali suara istriku memohon kepada Pak Karto

“Aapanya yang besar, Jeng Yuni ? Ayooo ngomong yang keras biar suamimu dengar….. atau aku tekan keras…”hardik Pak Karto.

Tanpa kunyana….
“Koooontoool Pak Kartooooo ….. bezzaaaaar hhhhhheegggggggghhhh …….”erang istriku.

“Aduuuuccch pelaaaan paaaaaaggghhh …. kooontoool bbbaaaaapaaaagggghhh beezzzaaaaar …….” istriku terus mengerang erang …..

“Enaak mana dengan punya suamimu haaaghh!!”bentak Pak Karto
“Koooontoool Pak Kartooooo ….leeebiiiiigghh ennaaaaaaak dari punyaaaa suamikuuuu…” erang istriku

“Katakan ke suamimu… Ayoooo!!!”bentak Pak Karto kembali

“Mmmaaaaaaazzzz kooontoooool Pak Kartoooooo enaaaaaaaghhhh maaaaaz…. akkuuuu digiiitiiik Pak Kartooooo maaaaaaazzzz hghghghghghzzzz……..”istriku semakin mengerang

“Uuuughhhh hhhheeeegghhhhh… uuuuuugggghhh hhhhheeeeegggghhhhh…..”kudengar suara istriku seolah dipukuli saat, ku yakin, Pak Karto tengah mengeluar masukkan batang kemaluan besarnya di liang vagina istriku ….yang terus mengerang…
“Paaaaaaagggghhhh akuuuuu nggaaaaaak tahaaaaaan …..ngngngngngngng…..”kudengar suara keras istriku mengerang di mobil mewah itu saat mencapai orgasme ketiganya…..
Hanya berselang satu menit, istriku mengerang lagi….. dua kali … dan kemudian nafas Pak Karto mendengus-dengus seperti kuda dan kudengar erangan bersamaan dimana Pak Karto menyemburkan air maninya di liang istriku bersamaan dengan erangan istriku mencapai orgasme ke enamnya kurang dari 1 jam…..

Kemudian hanya keheningan…… sampai akhirnya 15 menit kemudian aku masuk pelataran Pub dimana Pak Karto minta…..

Kulihat Pak Karto bangun dan membetulkan letak dasi dan celana panjangnya…. sementara itu istriku sibuk mempercantik diri….

Setelah menurunkan istriku dan Pak Karto di lobby akupun memparkir kendaraan mewah itu…

Aku masuk dan betapa hancur hatiku…. saat porter Pub remang-remang berbadan besar itu dengan kasar menolak saat aku masuk maka aku menghubungi istriku lewat telepon selularnya sambil menunggu di pintu masuk.

Tak lama, porter berbadan besar itu, mendatangiku
“Mas kata Mbak Yuni mas boleh masuk… mari saya antar…”katanya berubah sopan
“Kok tadi gawat amat, mas….”kataku menggerutu
“Ya…. gimana mas ….Mbak Yuni selain pelanggan penting di sini …juga sering saya mainin….”katanya santai
“Mainin? Maksud mas?”tanyaku
“Lho… mas sopirnya apa gak pernah merasakan kocokan tangan lentiknya dan empotan bibir mungilnya….”kata perter berbadan besar itu terheran-heran….
“Itu tip buat kami-kami…. yach cuman saya dan teman-teman gak berani entot dia…. daripada kehilangan kerjaan mas….”katanya
“Dia kan gundik Pak Karto, pemilik Pubu ini, mas tapi saking pandainya dia juga gundik Mister Kon Beng Kok…orang Korea pelanggan dan mitra Pak Karto… “katanya menerangan tanpa mencurigai bahwa aku suaminya….

Dia diam saat membuka pintu ke dua….. musik keras … asap rokok dan bau minuman keras di ruangan itu….

“Duduk sini mas….”katanya menunjukkan meja dan kursi
“mas sopirnya, kan? sekali kali minta Mbak Yuni nyepong punya mas… dijamin dah..”katanya
“Mas… masak mas cuman dapat itu ?”tanyaku
“Ya boleh biasanya kalau punya saya sedang dikulum Mbak Yuni ya temen saya boleh kok jilati kelentit dan bibir vagina sambil korek-korek liang vagina sampe Mbak Yuni orgasme …..dan Mbak Yuni pasti mau menelan air mani kami …….”katanya menerangkan…
“Sayang …. dia gak mau dientot mas…. ya kami mau aja…. takut kehilangan kerjaan mas …..sulit saat ini dapat kerjaan layak ….”katanya
“Mbak Yuni di sebelah ini mas …di VVIP…”katanya sambil kepalanya menoleh ke tempat itu.
“Makasih mas …”kataku, dia hanya mengacungkan jempolnya saja….

Kepalaku terasa ringan mendengar pengakuan polos lelaki kekar itu dan aku hanya semakin bloon saja saat tempat VVIP itu yang remang-remang di sebelah tempat aku duduk….

Aku memutar kursi sedikit ke kanan sehingga tepat di depanku dapat melihat jelas tempat VVIP, karena kupikir bukan ruang, hanya tempat yang di kelilingi tanaman dan bunga-bunga yang tertutup dari samping di seberang dan dari muka, sedangkan dari tempatku, yang di pojok ruang, tanaman pemisah itu kurang dari 1 meter dan begitu dekat dengan VVIP sehingga dapat dengan sangat jelas semua yang terjadi tanpa mereka tahu, karena tempatku duduk bukanlah remang-remang tetapi gelap.

Bersambung>>



Dukung dengan klik tombol dibawah ini :

Related Post :

wdcfawqafwef